
Harga Emas Menembus 1,200 Dolar
11 Feb 2016 10:41 By: M Septian View:755 Share This
Tadi malam, pimpinan the Fed Janet Yellen mengatakan keadaan ekonomi AS
belakangan ini tak terlalu meyakinkan. Komentar beliau secara langsung
menyusutkan Dolar AS dan membawa harga emas naik tajam melebihi level
1,200 Dolar AS per troy ons.
Dalam testimoni pertama di hadapan Kongres Amerika Serikat, Janet Yellen
masih mengharapkan kenaikan suku bunga dapat terjadi secara bertahap.
Walaupun demikian ketua FOMC tersebut juga menyadari bahwa ketatnya
kondisi keuangan, gejolak di pasar finansial dan ketidakpastian di China
telah berdampak pada proses pemulihan ekonomi AS. Semakin lambatnya
kenaikan suku bunga akan berdampak positif bagi emas, sebagai salah satu
aset yang tak memberikan imbal balik berupa bunga.
"Tren jangka pendek emas cenderung menanjak setelah testimoni Yellen",
kata Carlo Alberto De Casa, analis ActivTrades seperti dikutip dari
Reuters. Meski cenderung mendatar pada sesi perdagangan pagi ini (12/2),
spot emas menguat 0.72 persen ke USD 1,205.75 per troy ons. Kontrak
berjangka emas di bursa COMEX New York juga terangkat 0.92 persen ke
1,205.60 Dolar AS per troy ons. Sementara Indeks Dolar AS yang mengukur
greenback terhadap mata uang utama lainnya, masih menderita di 95.76
dengan penurunan sekitar 0.06 persen.
Sebagian dari analis berspekulasi kenaikan suku bunga tak akan terjadi
hingga bulan Juni 2016 mendatang. "Beliau (Yellen) secara implisit
menegaskan bulan Maret nanti tidak akan ada kecenderungan kenaikan
Federal Funds Rate, dan juga menyampaikan bahwa indikator ekonomi telah
sesuai untuk tetap menjaga tingkat suku bunga tidak akan (turun) menjadi
nol tahun ini," kata Rob Haworth, strategi investasi senior untuk
manajemen US Bank Wealth di Seattle, mengacu Yellen. Senior ekonom dari
ABN Amro, Maritza Cabezas juga menyebutkan, "Menurut perkiraan kami
tingkat bunga acuaan tak akan naik sebelum bulan Juni".
No comments:
Post a Comment